sejarah dan perkembangan radio di indonesia
A.Pengertian Radio
Radio adalah salah satu jenis media massa satu arah yang berperan untuk menyampaikan pesan (berita, informasi dan hiburan) kepada masyarakat dengan jangkauan luas. Radio telah menjalani proses perkembangan yang cukup lama sebelum menjadi media komunikasi massa seperti saat ini.Radio juga merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk mengirim sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini merambat lewat udara dan juga dapat lewat ruang angkasa yang hampa udara karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkat seperti molekul udara.Media massa ini sudah ada sejak zaman dulu, dimana digunakan pada sebagai alat untuk mengetahui informasi pada saat zaman penjajahan.
B.Sejarah dan Perkembangan Radio
Tercatat bahwa tonggak sejarah radio dunia dimulai pada tahun 1920 di Negeri Paman Sam alias Amerika Serikat. Sejarah radio di Indonesia sendiri dimulai 5 (lima) tahun setelahnya, tepatnya pada tanggal 16 Juli 1925. Perjalanan sejarah radio di Indonesia pun tidak hanya melulu terkait dengan Radio Republik Indonesia. Sebagaimana sejarah televisi di Indonesia, maka dalam sejarah radio di Indonesia tidak luput dari sejarah perkembangan radio swasta nasional yang juga berperan besar dalam menemani perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga kini.
sejarah radio di Indonesia dimulai sejak masa penjajahan Belanda. Pada saat era-era inilah, Belanda dipusingkan pada berbagai peristiwa besar yang mengobarkan semangat nasionalisme di kalangan kaum pribumi yaitu dengan didirikannya Budi Utomo pada tahun 1908 dan gerakan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.Indonesia, yang pada kala itu masih bernama Hindia Belanda mendirikan radio siaran pertamanya pada tanggal 16 Juli 1925 yang bernama Bataviase Radio Vereniging atau BRV di Batavia atau Jakarta tempo dulu. Selama masa penjajahan Belanda, stasiun radio yang beroperasi adalah milik swasta. Sesudah Bataviase Radio Vereniging atau BRV didirikan, berbagai stasiun radio lain pun mulai menjamur, diantaranya adalah :
– Di Jakarta, Bandung, dan Medan, Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij (NIROM)
– Algeemene Vereneging Radio Omroep (AVROM) dan Meyers Omroep voor Allen (MOVA) di Medan
– Vereniging voor Oosterse Radio Omroep (VORO), Solosche Radio Vereniging (SRV), dan Chineesee en Inheemse Radio Luisteraas Vereniging Oost Java (CIRVO) di Solo atau Surakarta
– Di Yogyakarta, Mataramsche Vereniging voor Radio Omroep (MAVRO
– Di Bandung, Vereniging voor Radio Omroep Luisteraas (VORL)
– Eerste Madiunse Radio Omroep (EMRO) di Madiun dan lain-lain.
Di eranya, Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij (NIROM) adalah stasiun radio yang paling besar dan berkembang sangat pesat karena memperoleh subsidi dari pemerintah Hindia Belanda. NIROM mempunyai jumlah pemasukan yang besar yang berasal dari pajak radio. Jumlah dari uang yang diterima oleh NIROM semakin besar seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki pesawat radio. Berdampak seperti NIROM dapat dengan leluasa memperluas jangkauan siarannya dengan meningkatkan daya pancar, memperbanyak jumlah stasiun relay, dan lain-lain.
RADIO SEBAGAI MEDIA PROPAGANDA
Jika kita membuka-buka lembaran sejarah radio Indonesia maka akan tampak bahwa adanya radio untuk pertama kalinya di Indonesia sekitar tahun 1920-an adalah untuk kepentingan penjajah Belanda. Hubungan yang cepat antara negeri Belanda dengan daerah-daerah jajahannya—seperti Hindia Belanda—sangat diperlukan terutama untuk menyampaikan peraturan dan undang-undang serta berita-berita penting. Keperluan itu lebih mendesak lagi ketika pecah perang dunia pertama. Perang Dunia I (1914-1918) memberi pengalaman kepada negeri Belanda.
LAHIRNYA BATAVIASE RADIO VERENENGING
Lahirlah perkumpulan siaran radio pertama Indonesia pada tanggal 16 Juni 1925 di Jakarta dengan nama Bataviase Radio Vereniging (BRV) yang menurut aktanya didirikan untuk waktu 29 tahun. BRV didukung oleh wartawan dan pengusaha Belanda; dengan demikian sedikit banyak ada tujuan komersial dalam siarannya, berupa propaganda perusahaan dan perdagangan. Sudah tentu siaran radio yang pertama lahir di Indonesia ini menggunakan bahasa Belanda dan tempat siarannya di salah satu ruangan Hotel des Indes yang terletak di sudut Harmoni.
RADIO PADA MASA JEPANG
Dalam peperangan di Asia dan Pasifik, Jepang sebagai sekutunya Nazi Jerman dan Italia di Eropa, mengadakan ekspansi ke arah selatan. Pada bulan 1 Maret 1942 Belanda menyerah kepada Jepang, tepat pada tanggal 8 Maret 1942 pemerintah Belanda dengan seluruh angkatan perangnya menyatakan menyerah kalah di Bandung kepada balatentara Jepang. Sejak tanggal itu di bekas kawasan Hindia Belanda berlaku pemerintahan militer Jepang atas nama resminya waktu itu Jepang Raya (Dai Nippon). Sebagai konsekuensinya, segalanya menurut kehendak tentara pendudukan.
penulis : Nur fitri handayani
kelas : 12 tkj 1

Komentar
Posting Komentar